Soroti Fintech Syariah untuk Anak Muda, Kaprodi Perbankan Syariah UIN Madura Jadi Narasumber Webinar Nasional IPMAFA
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PBS
- Selasa, 20 Januari 2026
- Dilihat 6 Kali
Pamekasan — Perkembangan teknologi keuangan berbasis syariah dinilai menghadirkan peluang sekaligus tantangan serius bagi generasi muda. Tanpa literasi yang memadai, inovasi finansial justru berpotensi menimbulkan risiko baru. Oleh karena itu, penguatan pemahaman fintech syariah menjadi kebutuhan mendesak bagi anak muda di tengah pesatnya digitalisasi ekonomi.
Isu tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional bertema “Fintech Syariah: Solusi Keuangan Modern untuk Anak Muda” yang diselenggarakan secara daring pada Senin (20/1/2026) oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (HMPS IPMAFA). Dalam kegiatan ini, Ketua Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Khotibul Umam, M.E.I., hadir sebagai salah satu narasumber pada kegiatan Webinar tersebut.
Webinar nasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk siswa dari sejumlah kabupaten yang turut ambil bagian dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah 2.0. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami perkembangan ekonomi digital serta praktik transaksi keuangan modern yang selaras dengan prinsip syariah.
Ketua Panitia, Alya Iftihatur Rohmah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan fintech di kalangan anak muda. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu generasi muda menyikapi perkembangan teknologi keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Ia juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat inovasi dan kreativitas, khususnya bagi peserta Festival Ekonomi Syariah.
Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah IPMAFA, Khabib Solihin, M.M., menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bagian dari agenda tahunan HMPS Perbankan Syariah. Ia menuturkan bahwa Festival Ekonomi Syariah tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua yang berhasil melibatkan peserta dari berbagai kabupaten. Khabib turut mengapresiasi karya-karya kreatif peserta lomba, baik dalam bentuk tulisan maupun video, yang dinilainya memiliki kualitas dan relevansi yang baik.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah IPMAFA, Dr. Umdatul Baroroh, M.A. Menurutnya, pelaksanaan secara daring memberikan kemudahan akses bagi peserta dari berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa literasi fintech sangat penting agar generasi muda mampu memanfaatkan layanan teknologi keuangan secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip syariah. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat wawasan ekonomi syariah di masyarakat.
Dalam paparannya sebagai narasumber pertama, Khotibul Umam menyampaikan materi komprehensif mengenai fintech, mulai dari konsep dasar, sejarah perkembangan keuangan, jenis-jenis fintech, hingga manfaat keuangan digital bagi masyarakat. Dosen Perbankan Syariah UIN Madura tersebut juga menyoroti sejumlah tantangan keuangan modern, seperti kejahatan finansial, kebocoran data, serta ancaman keamanan siber.
Selain itu, ia mengingatkan fenomena perilaku konsumtif di kalangan anak muda, seperti doom spending yang dipicu oleh Fear of Missing Out (FOMO) dan You Only Live Once (YOLO). Menurut Umam, literasi keuangan harus dibarengi dengan kemampuan mengelola prioritas. “Anak muda perlu membiasakan diri membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta mendahulukan kebutuhan agar memiliki kondisi keuangan yang sehat,” ujarnya.
Narasumber kedua, Isyrokh Fuaidi, LLM, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi dinamika perkembangan fintech. Ia menjelaskan bahwa fintech syariah merupakan integrasi antara pemanfaatan teknologi dan penerapan nilai-nilai Islam dalam praktik muamalah. Sejumlah isu aktual turut dibahas, seperti kripto halal, AI financial advisor, green investment, wakaf digital, dan crowdfunding, serta kewaspadaan terhadap maraknya judi online, investasi bodong, dan penipuan kripto.
Melalui kolaborasi antarperguruan tinggi ini, Program Studi Perbankan Syariah UIN Madura menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi keuangan syariah serta pengembangan kapasitas generasi muda agar siap menghadapi tantangan ekonomi digital secara etis dan berkelanjutan.